{"id":71,"date":"2019-10-14T18:15:56","date_gmt":"2019-10-14T18:15:56","guid":{"rendered":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/?p=71"},"modified":"2026-02-03T02:16:31","modified_gmt":"2026-02-03T02:16:31","slug":"how-well-are-you-funnelling-shoppers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/?p=71","title":{"rendered":"Seleksi bibit (culling)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Seleksi Tahap I: Pre-Nursery (Umur 1 &#8211; 3 Bulan)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seleksi pertama dilakukan sebelum bibit dipindahkan dari <em>babybag<\/em> ke polybag besar. Biasanya dilakukan saat bibit memiliki 3-4 helai daun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bibit Kerdil (Stunted):<\/strong> Pertumbuhannya jauh tertinggal dibandingkan bibit seumuran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Daun Menyempit (Narrow Leaf):<\/strong> Daun tumbuh sangat sempit dan kaku, mirip jarum.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Daun Melintir (Twisted Leaf):<\/strong> Daun tumbuh berputar atau melintir tidak normal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Chimeras:<\/strong> Sebagian atau seluruh daun berwarna kuning terang atau putih (kelainan genetik klorofil).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Grass Leaf:<\/strong> Daun sangat tipis dan panjang seperti rumput.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">2. Seleksi Tahap II: Main Nursery (Umur 6 &#8211; 8 Bulan)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seleksi kedua dilakukan saat bibit sudah berada di polybag besar untuk melihat perkembangan struktur pelepahnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Daun Menggulung (Rolled Leaf):<\/strong> Ujung anak daun menggulung ke arah dalam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Flat Top:<\/strong> Pucuk atau titik tumbuh baru terlihat rata dan tidak mau memanjang ke atas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lanseolat:<\/strong> Daun yang seharusnya mulai pecah (majemuk) tetap berbentuk utuh seperti mata tombak dalam waktu lama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Short Internode:<\/strong> Jarak antar anak daun pada pelepah sangat pendek, membuat bibit terlihat sangat rimbun tetapi kerdil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">3. Seleksi Tahap III: Akhir (Umur 9 &#8211; 12 Bulan)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilakukan sesaat sebelum bibit dikirim ke lapangan (<em>Main Estate<\/em>) untuk penanaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Etolasi:<\/strong> Bibit yang tumbuh sangat tinggi, kurus, dan lemah karena jarak antar polybag yang terlalu rapat atau kurang sinar matahari.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Batang Terbelah:<\/strong> Kondisi di mana batang utama terlihat pecah atau tumbuh ganda (tidak normal).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Serangan Hama\/Penyakit Berat:<\/strong> Bibit yang rusak permanen akibat serangan jamur <em>Curvularia<\/em> yang parah atau serangan hama kumbang yang merusak titik tumbuh.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Langkah-Langkah Teknis Melakukan Seleksi:<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penting:<\/strong> Bibit afkir harus segera dimusnahkan (dipotong batangnya atau dibakar) agar tidak ada oknum yang mengambil dan menanamnya kembali, karena bibit ini tidak akan pernah produktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sensus dan Penandaan:<\/strong> Kelilingi setiap blok pembibitan secara sistematis. Beri tanda (misalnya dengan cat semprot atau pita merah) pada bibit yang menunjukkan gejala abnormal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Verifikasi:<\/strong> Lakukan pemeriksaan ulang oleh pengawas atau asisten agronomi untuk memastikan bibit tersebut memang harus diafkir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pencatatan:<\/strong> Catat jumlah bibit yang diafkir berdasarkan jenis kelainannya untuk keperluan evaluasi kualitas benih dari pemasok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pemusnahan (Eradikasi):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluarkan bibit afkir dari blok pembibitan agar tidak tercampur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Seleksi Tahap I: Pre-Nursery (Umur 1 &#8211; 3 Bulan) Seleksi pertama dilakukan sebelum bibit dipindahkan dari babybag ke polybag besar. Biasanya dilakukan saat bibit memiliki 3-4 helai daun. Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir): 2. Seleksi Tahap II: Main Nursery (Umur 6 &#8211; 8 Bulan) Seleksi kedua dilakukan saat bibit sudah berada di polybag [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":221,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4,3,5],"class_list":["post-71","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-app","tag-book","tag-reading"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=71"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":222,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/71\/revisions\/222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/221"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=71"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=71"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sawitunggulindonesia.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=71"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}