sawit11

Seleksi bibit (culling)

1. Seleksi Tahap I: Pre-Nursery (Umur 1 – 3 Bulan)

Seleksi pertama dilakukan sebelum bibit dipindahkan dari babybag ke polybag besar. Biasanya dilakukan saat bibit memiliki 3-4 helai daun.

Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):

  • Bibit Kerdil (Stunted): Pertumbuhannya jauh tertinggal dibandingkan bibit seumuran.
  • Daun Menyempit (Narrow Leaf): Daun tumbuh sangat sempit dan kaku, mirip jarum.
  • Daun Melintir (Twisted Leaf): Daun tumbuh berputar atau melintir tidak normal.
  • Chimeras: Sebagian atau seluruh daun berwarna kuning terang atau putih (kelainan genetik klorofil).
  • Grass Leaf: Daun sangat tipis dan panjang seperti rumput.

2. Seleksi Tahap II: Main Nursery (Umur 6 – 8 Bulan)

Seleksi kedua dilakukan saat bibit sudah berada di polybag besar untuk melihat perkembangan struktur pelepahnya.

Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):

  • Daun Menggulung (Rolled Leaf): Ujung anak daun menggulung ke arah dalam.
  • Flat Top: Pucuk atau titik tumbuh baru terlihat rata dan tidak mau memanjang ke atas.
  • Lanseolat: Daun yang seharusnya mulai pecah (majemuk) tetap berbentuk utuh seperti mata tombak dalam waktu lama.
  • Short Internode: Jarak antar anak daun pada pelepah sangat pendek, membuat bibit terlihat sangat rimbun tetapi kerdil.

3. Seleksi Tahap III: Akhir (Umur 9 – 12 Bulan)

Dilakukan sesaat sebelum bibit dikirim ke lapangan (Main Estate) untuk penanaman.

Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):

  • Etolasi: Bibit yang tumbuh sangat tinggi, kurus, dan lemah karena jarak antar polybag yang terlalu rapat atau kurang sinar matahari.
  • Batang Terbelah: Kondisi di mana batang utama terlihat pecah atau tumbuh ganda (tidak normal).
  • Serangan Hama/Penyakit Berat: Bibit yang rusak permanen akibat serangan jamur Curvularia yang parah atau serangan hama kumbang yang merusak titik tumbuh.

Langkah-Langkah Teknis Melakukan Seleksi:

Penting: Bibit afkir harus segera dimusnahkan (dipotong batangnya atau dibakar) agar tidak ada oknum yang mengambil dan menanamnya kembali, karena bibit ini tidak akan pernah produktif.

Sensus dan Penandaan: Kelilingi setiap blok pembibitan secara sistematis. Beri tanda (misalnya dengan cat semprot atau pita merah) pada bibit yang menunjukkan gejala abnormal.

Verifikasi: Lakukan pemeriksaan ulang oleh pengawas atau asisten agronomi untuk memastikan bibit tersebut memang harus diafkir.

Pencatatan: Catat jumlah bibit yang diafkir berdasarkan jenis kelainannya untuk keperluan evaluasi kualitas benih dari pemasok.

Pemusnahan (Eradikasi):

Keluarkan bibit afkir dari blok pembibitan agar tidak tercampur.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *