1. Seleksi Tahap I: Pre-Nursery (Umur 1 – 3 Bulan)
Seleksi pertama dilakukan sebelum bibit dipindahkan dari babybag ke polybag besar. Biasanya dilakukan saat bibit memiliki 3-4 helai daun.
Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):
- Bibit Kerdil (Stunted): Pertumbuhannya jauh tertinggal dibandingkan bibit seumuran.
- Daun Menyempit (Narrow Leaf): Daun tumbuh sangat sempit dan kaku, mirip jarum.
- Daun Melintir (Twisted Leaf): Daun tumbuh berputar atau melintir tidak normal.
- Chimeras: Sebagian atau seluruh daun berwarna kuning terang atau putih (kelainan genetik klorofil).
- Grass Leaf: Daun sangat tipis dan panjang seperti rumput.
2. Seleksi Tahap II: Main Nursery (Umur 6 – 8 Bulan)
Seleksi kedua dilakukan saat bibit sudah berada di polybag besar untuk melihat perkembangan struktur pelepahnya.
Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):
- Daun Menggulung (Rolled Leaf): Ujung anak daun menggulung ke arah dalam.
- Flat Top: Pucuk atau titik tumbuh baru terlihat rata dan tidak mau memanjang ke atas.
- Lanseolat: Daun yang seharusnya mulai pecah (majemuk) tetap berbentuk utuh seperti mata tombak dalam waktu lama.
- Short Internode: Jarak antar anak daun pada pelepah sangat pendek, membuat bibit terlihat sangat rimbun tetapi kerdil.
3. Seleksi Tahap III: Akhir (Umur 9 – 12 Bulan)
Dilakukan sesaat sebelum bibit dikirim ke lapangan (Main Estate) untuk penanaman.
Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):
- Etolasi: Bibit yang tumbuh sangat tinggi, kurus, dan lemah karena jarak antar polybag yang terlalu rapat atau kurang sinar matahari.
- Batang Terbelah: Kondisi di mana batang utama terlihat pecah atau tumbuh ganda (tidak normal).
- Serangan Hama/Penyakit Berat: Bibit yang rusak permanen akibat serangan jamur Curvularia yang parah atau serangan hama kumbang yang merusak titik tumbuh.
Langkah-Langkah Teknis Melakukan Seleksi:
Penting: Bibit afkir harus segera dimusnahkan (dipotong batangnya atau dibakar) agar tidak ada oknum yang mengambil dan menanamnya kembali, karena bibit ini tidak akan pernah produktif.
Sensus dan Penandaan: Kelilingi setiap blok pembibitan secara sistematis. Beri tanda (misalnya dengan cat semprot atau pita merah) pada bibit yang menunjukkan gejala abnormal.
Verifikasi: Lakukan pemeriksaan ulang oleh pengawas atau asisten agronomi untuk memastikan bibit tersebut memang harus diafkir.
Pencatatan: Catat jumlah bibit yang diafkir berdasarkan jenis kelainannya untuk keperluan evaluasi kualitas benih dari pemasok.
Pemusnahan (Eradikasi):
Keluarkan bibit afkir dari blok pembibitan agar tidak tercampur.

Leave A Comment