sawit12

Pemupukan

1. Fase Pre-Nursery (Umur 1–3 Bulan)

Pada fase ini, bibit masih sangat muda dan sensitif. Gunakan pupuk daun atau pupuk majemuk dengan konsentrasi rendah.

  • Jenis Pupuk: Pupuk NPK Majemuk (contoh: NPK 15-15-15 atau 16-16-16).
  • Cara Aplikasi: * Larutkan pupuk ke dalam air (konsentrasi 2 gram per liter air).
    • Siramkan ke media tanam menggunakan gembor.
  • Frekuensi: Seminggu sekali.
  • Dosis: Sekitar 100 ml larutan per bibit.

2. Fase Main-Nursery (Umur 4–12 Bulan)

Bibit sudah dipindahkan ke polybag besar. Kebutuhan nutrisi meningkat untuk pembentukan batang dan daun.

Jadwal dan Dosis (Pupuk Tabur NPK 15-15-6-4 atau sejenis):

Umur BibitDosis per BibitFrekuensi
4 – 5 Bulan2,5 gramSetiap 2 minggu
6 – 8 Bulan5 gramSetiap 2 minggu
9 – 12 Bulan10 – 15 gramSetiap bulan

Cara Aplikasi yang Benar:

  1. Buat Parit Kecil: Buat lingkaran kecil di sekeliling batang bibit (jarak sekitar 5-10 cm dari batang). Jangan menempel langsung pada batang karena bisa menyebabkan “terbakar”.
  2. Tabur: Masukkan butiran pupuk ke dalam parit tersebut.
  3. Tutup: Tutup kembali dengan tanah agar pupuk tidak menguap atau tercuci saat hujan.
  4. Siram: Segera siram dengan air secukupnya agar pupuk mulai larut dan terserap akar.

3. Pemberian Pupuk Tambahan (Kieserit/Borate)

Untuk memastikan bibit tidak kuning dan daunnya kuat, diperlukan unsur hara mikro.

  • Kieserit (Magnesium): Diberikan jika daun mulai terlihat menguning ringan. Dosis sekitar 2-5 gram per polybag.
  • Borate (Boron): Diberikan pada bulan ke-6 atau ke-10 dengan dosis sangat kecil (sekitar 0,5 – 1 gram per bibit) untuk mencegah daun keriting/patah.

4. Tips Penting untuk Petani di Daerah Terpencil

Penyimpanan Pupuk: Karena jauh dari kota, simpan stok pupuk di tempat yang kering dan tertutup rapat. Pupuk yang lembap akan menggumpal dan kualitasnya menurun.

Waktu Pemupukan: Lakukan pada pagi hari (jam 07.00 – 09.00) atau sore hari (setelah jam 16.00). Hindari terik matahari siang karena penguapan tinggi.

Kebersihan Polybag: Sebelum memupuk, pastikan polybag bebas dari gulma (rumput liar). Jangan biarkan rumput memakan jatah pupuk bibit Anda.

Kualitas Air: Gunakan air bersih yang tidak tercemar limbah atau kadar garam tinggi untuk menyiram.

sawit6

Penyiraman

1. Fase Pre-Nursery (Umur 1 – 3 Bulan)

Pada fase ini, bibit masih sangat rentan terhadap kekeringan dan kelebihan air.

  • Frekuensi: 2 kali sehari (Pagi & Sore).
  • Waktu: Pagi (07.00 – 09.00) dan Sore (15.30 – 17.00).
  • Volume Air: $0,2 – 0,5$ Liter/polybag/hari (tergantung kelembapan tanah).
  • Metode: Pengabutan halus agar tanah tidak padat dan bibit tidak patah.

2. Fase Main Nursery (Umur 4 – 12 Bulan)

Bibit sudah dipindah ke polybag besar dan membutuhkan asupan air yang lebih banyak untuk pertumbuhan vegetatif.

  • Frekuensi: 2 kali sehari (Pagi & Sore).
  • Waktu: Pagi (07.00 – 10.00) dan Sore (15.00 – 17.00).
  • Volume Air: $1,5 – 2,0$ Liter/polybag/hari.
  • Catatan: Jika terjadi hujan lebih dari 20 mm pada hari tersebut, penyiraman sore bisa ditiadakan.

Tabel Pemantauan Harian (Contoh Format Laporan)

Hari/TanggalFase BibitWaktu (Pagi)Waktu (Sore)Volume AvgKeterangan
Senin, 2 FebMain Nursery08.00 WIB16.00 WIB2L / BagCerah
Selasa, 3 FebMain Nursery08.00 WIB1L / BagHujan lebat sore hari
Rabu, 4 FebMain Nursery07.30 WIB15.30 WIB2L / BagPemupukan terjadwal

Poin Penting untuk Narasi Laporan:

Drainase: Pastikan lubang polybag tidak tersumbat agar tidak terjadi genangan (waterlogging) yang memicu jamur akar.

Kualitas Air: Air yang digunakan harus bersih, bebas dari limbah kimia, dan memiliki pH netral ($6.5 – 7.5$).

Kondisi Cuaca: Pada musim kemarau ekstrem, volume air dapat ditingkatkan hingga 2,5 Liter pada fase Main Nursery untuk mencegah soft rot atau stres kekeringan.

sawit9

Pengendalian Kompetitor dan Gulma (Weeding)

Gulma di dalam polybag harus dikendalikan secara rutin agar tidak terjadi kompetisi hara.

Sanitasi Lahan: Area di luar polybag (jalan rintis dan antar barisan) dibersihkan secara mekanis atau menggunakan herbisida terbatas guna menjaga sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan yang memicu penyakit.

Penyiangan Manual: Dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan mencabut rumput di dalam polybag hingga ke akarnya.

sawit8

Pengaturan Jarak Tanam (Spacing)

Bibit disusun menggunakan Sistem Segitiga Sama Sisi (Mataraman) dengan jarak standar 90cm x 90cm x 90cm.

Analisis Teknis: Jarak ini memungkinkan setiap bibit mendapatkan ruang fotosintesis yang sama tanpa tumpang tindih daun. Jika terlalu rapat, bibit akan mengalami Etolasi—sebuah kondisi di mana bibit tumbuh tinggi namun memiliki diameter batang yang kecil dan rapuh.

sawit10

Perlindungan Tanaman

Manajemen perlindungan dilakukan dengan pendekatan Integrated Pest Management (IPM).

Sanitasi: Membersihkan sisa-sisa gulma dan daun kering yang jatuh untuk memutus siklus hidup patogen.

Identifikasi Hama: Hama yang paling sering menyerang adalah kumbang malam (Apogonia) yang memakan daun secara sektoral, serta ulat api (Setothosea asigna). Pengendalian dilakukan dengan insektisida kimia jika populasi melampaui ambang batas.

Manajemen Penyakit: Penyakit bercak daun (Curvularia) sering muncul akibat kelembapan tinggi. Langkah preventif meliputi pengaturan jarak tanam yang baik dan aplikasi fungisida berbahan aktif Mankozeb atau Siprokonazol.

sawit11

Seleksi bibit (culling)

1. Seleksi Tahap I: Pre-Nursery (Umur 1 – 3 Bulan)

Seleksi pertama dilakukan sebelum bibit dipindahkan dari babybag ke polybag besar. Biasanya dilakukan saat bibit memiliki 3-4 helai daun.

Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):

  • Bibit Kerdil (Stunted): Pertumbuhannya jauh tertinggal dibandingkan bibit seumuran.
  • Daun Menyempit (Narrow Leaf): Daun tumbuh sangat sempit dan kaku, mirip jarum.
  • Daun Melintir (Twisted Leaf): Daun tumbuh berputar atau melintir tidak normal.
  • Chimeras: Sebagian atau seluruh daun berwarna kuning terang atau putih (kelainan genetik klorofil).
  • Grass Leaf: Daun sangat tipis dan panjang seperti rumput.

2. Seleksi Tahap II: Main Nursery (Umur 6 – 8 Bulan)

Seleksi kedua dilakukan saat bibit sudah berada di polybag besar untuk melihat perkembangan struktur pelepahnya.

Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):

  • Daun Menggulung (Rolled Leaf): Ujung anak daun menggulung ke arah dalam.
  • Flat Top: Pucuk atau titik tumbuh baru terlihat rata dan tidak mau memanjang ke atas.
  • Lanseolat: Daun yang seharusnya mulai pecah (majemuk) tetap berbentuk utuh seperti mata tombak dalam waktu lama.
  • Short Internode: Jarak antar anak daun pada pelepah sangat pendek, membuat bibit terlihat sangat rimbun tetapi kerdil.

3. Seleksi Tahap III: Akhir (Umur 9 – 12 Bulan)

Dilakukan sesaat sebelum bibit dikirim ke lapangan (Main Estate) untuk penanaman.

Kriteria Bibit yang Harus Dibuang (Afkir):

  • Etolasi: Bibit yang tumbuh sangat tinggi, kurus, dan lemah karena jarak antar polybag yang terlalu rapat atau kurang sinar matahari.
  • Batang Terbelah: Kondisi di mana batang utama terlihat pecah atau tumbuh ganda (tidak normal).
  • Serangan Hama/Penyakit Berat: Bibit yang rusak permanen akibat serangan jamur Curvularia yang parah atau serangan hama kumbang yang merusak titik tumbuh.

Langkah-Langkah Teknis Melakukan Seleksi:

Penting: Bibit afkir harus segera dimusnahkan (dipotong batangnya atau dibakar) agar tidak ada oknum yang mengambil dan menanamnya kembali, karena bibit ini tidak akan pernah produktif.

Sensus dan Penandaan: Kelilingi setiap blok pembibitan secara sistematis. Beri tanda (misalnya dengan cat semprot atau pita merah) pada bibit yang menunjukkan gejala abnormal.

Verifikasi: Lakukan pemeriksaan ulang oleh pengawas atau asisten agronomi untuk memastikan bibit tersebut memang harus diafkir.

Pencatatan: Catat jumlah bibit yang diafkir berdasarkan jenis kelainannya untuk keperluan evaluasi kualitas benih dari pemasok.

Pemusnahan (Eradikasi):

Keluarkan bibit afkir dari blok pembibitan agar tidak tercampur.